JADWAL PELATIHAN

KELAS REGULAR
———————-
”September ceria class”

Buka kelas baru untuk tanggal 10 September
Kelas regular ( kelas dari dasar )
akan berlangsung selama 1 bulan penuh
juga tersedia magang di bulan berikutnya.

       + Biaya : Rp. 3.500.000

– Fasilitas :
▪ tempat tinggal selama 1 bulan
▪ buku / modul pelatihan
▪ sertifikat ter registrasi
▪ lab praktik
▪ kelas materi
▪ kaos keren STTSI + stiker
▪ free data service sebesar 7,2 TB
(compress menjadi 3,4 TB)

Materi pelatihan meliputi seluruh materi dan keahlian kerja hardware dan software,
juga termasuk untuk materi dan keahlian perbaikan internal memory/ eMMC & eMCP

Pendaftaran mohon menghubungi
kami kembali di nomor :

● telp / wa 081333244444 (vivi)
● telp / wa 082230160000 (Marten)
● telp / wa 081234111848 (santi)

STTSI – Sekolah Teknisi Telepon Selular Indonesia

@gsmNetindo building
Jl. Manyar kertoarjo V no 2
Mojo – Gubeng – Surabaya (031) 5944713
(Dekat Samsat Manyar & belakang bonet)

Persyaratan peserta :
☆ Batasan usia 14 tahun s/d 60 tahun
☆ Foto KTP kirim via WA (Registrasi)
☆ pembayaran DP pelatihan 50 %
☆ serius ingin dibimbing dasar s/d mahir

Terima kasih kepada peserta yang sudah mau berkenan investasi waktu, tenaga dan mengorbankan toko tutup / tidak kerja selama sebulan

Terima kasih kepada peserta yang telah mau berkenan perjalanan jauh jauh lintas pulau, lintas negara untuk berkunjung ke STTSI Surabaya guna belajar, semoga membawa manfaat.. aamiin 3x ya Rabb

Best regrad,

STTSI
(Sekolah Teknisi Telepon Selular Indonesia)

DOKUMENTASI PTC – TV & MEDIA ONLINE

PTC INDONESIA

Liputan Khusus Pelatihan di JTV

DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA
GANDENG PTC INDONESIA
CERDASKAN ANAK ANAK JALANAN

Teknisi Handphone di Indonesia Masih Minim

Jumat (28/12/2012) – (Amr)

Service handphone pelatihan

OKEZONE, SURABAYA : Pengguna ponsel di tahun 2013 diprediksi bakal mengalami peningkatan seiring pesatnya perkembangan teknologi. Hanya saja, pertumbuhan tersebut tidak diimbagi dengan jumlah teknisi telepon seluler. Direktur Lembaga Pelatihan HP, PTC Plus Dedy Suryadi mengatakan, jumlah teknisi HP saat ini sangat minim. Padahal idealnya jika setingkat kelurahan pemakai ponsel sekitar 300 pengguna maka ada 4 konter yang akan melayani 75 orang. “Jumlah teknisi ponsel di Indonesia tidak akan mampu mengatasi jumlah kerusakkan ponsel,” kata Dedy di Surabaya, Jumat (28/12/2012).
Ia mencotohkan, dalam beberapa kasus misalnya, ketika ponsel warga Mataram atau Manado rusak maka harus menginap berhari-hari di service center. Parahnya lagi, ketika peralatan di service center tidak mencukupi maka ponsel bisa dipastikan akan dibawa ke Jakarta. Tentunya membutuhkan waktu yang sangat lama lagi.Kondisi tersebut seharusnya tidak akan terjadi ketika sumber daya manusia (SDM) teknisi Handphone cukup memadai dan tersebar hingga ke pelosok daerah. Teknisi tersebut terbagi menjadi dua yakni, teknisi Software dan hardware.
“Untuk memperbaiki kerusakan Ponsel yang tidak terlalu parah seperti kerusakkan Software tidak perlu menunggu berhari-hari,” katanya. Dedy juga mengatakan, kondisi tersebut tentunya membuat peluang bisnis untuk teknisi handphone baik Software maupun Hardware. Kondisi inilah yang direspon oleh pelaku bisnis teknisi ponsel dengan harapan mencetak teknisi baru yang handal dan mampu memperbaiki kerusakan ponsel sendiri.
Saat ini yang paling urgent adalah teknisi Software. Alasannya, software ini adalah otak yang menjalankan fungsi sebuah ponsel. “Istilah seperti Flashing, Firmware, Upgrade OS, Red Blink, dan lain-lain tentu masih cukup awam bagi khalayak ramai, namun dengan sedikit pemahaman dan praktek, istilah diatas bakal menjadi sebuah keseharian,” jelasnya.
Memahami teknik software sebenarnya cukup mudah, syarat yang paling mutlak adalah “familiar dengan system operasi computer” Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa interoperabilitas PC dan Ponsel sudah menjadi satu kesatuan. Untuk melakukan repair software, diperlukan perangkat PC. Terlebih dukungan Alat Flasher yang juga menggunakan system operasi windows sebagai basis system operasi. Mempelajari software ponsel, memang butuh waktu dan pengetahuan yang cukup.(Amr)

Sumber : www.okezone.com

BNNP Jatim Gandeng PTCINDONESIA
Latih Mantan Pecandu agar Mandiri

halopolisi.com (15 Sep 2015)

SURABAYA (halopolisi.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim bekerjasama dengan PTC (Ponsel Training Center) memberikan pelatihan kepada mantan pecandu yang telah menjalani rehabilitasi agar memiliki keahlian baru sehingga bisa mandiri.
Kabid Rehabilitasi BNNP Jatim, AKBP Firmansyah, Selasa (15/9/2015) menuturkan, pelatihan keterampilan dalam bidang service handphone ini juga dilakukan sebagai bagian program ketenagakerjaan dalam mengatasi pengangguran.

“Dengan membentuk tenaga kerja yang terampil diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru, minimal sebagai wirausaha,” kata AKBP Firmansyah.
Pelatihan yang dipusatkan di kawasan Kali Rungkut 111 Surabaya ini dibagi dalam beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama masa pelatihan digelar pada 10-22 Agustus 2015 ditambah masa pemagangan pada 24-29 Agustus 2015.
Sementara itu, Pimpinan PTC Deddy Suryadi mengaku senang bisa berbagi ilmu dan keterampilan selama mendampingi pelatihan bagi mantan pecandu Narkoba.
Deddy berharap, keterampilan yang dipelajari para mantan pecandu bisa menjadi bekal untuk meniti kehidupan normal tanpa pengaruh Narkoba.(wis/ziz)

Sumber : www.halopolisi.com

Minimalisir angka pengangguran
Bisnis servis ponsel berpotensi 80 % di Indonesia

Rabu, 08 Oktober 2014 Editor: Mohammad Ridwan

Service handphone pelatihan

LENSAINDONESIA.COM : Bisnis servis ponsel di tanah air masih berpotensi besar hingga 80 persen. Bagaimana tidak? Faktanya, saat ini jumlah pengguna ponsel di Indonesia sudah melebihi populasi penduduk yang kini berjumlah sekitar 230 juta jiwa.
Hal ini terbukti dengan adanya pengunaan jumlah SIM Card dari operator selular yang rata-rata pengguna ponsel menggunakan lebih dari satu operator. Maka tak ayal lagi jika potensi untuk menerjuni bisnis servis ponsel ini sangat menjanjikan terutama bagi yang masih ingin mendapatkan lapangan pekerjaan.
“Alhamdulillah untuk bisnis servis ponsel masih sangat bagus potensinya hingga saat ini, sebab melihat banyaknya jumlah ponsel / HP yang beredar saat ini bisa jadi hampir melebihi jumlah penduduk Indonesia. Saya optimis potensi tersebut masih besar hingga mencapai 80 persen karena dilihat dari perkembangan teknologi selular yang beredar saat ini,”, ujar Dedy Suryadi ST, Owner Pelatihan Ponsel Training Centre Plus (+) Surabaya, saat diwawancarai (08/10).

Berbicara pendapatan, Dedy mengatakan hal tersebut bergantung pada setiap toko atau konter masing-masing, jika sudah banyak menangani servisan ponsel maka dapat dipastikan lebih banyak pendapatan, namun menurut batasan pendapatan sesuai pengalamannya para teknisi ponsel memperoleh income paling minim per hari bisa mencapai Rp.300.000,-, angka yang cukup lumayan.
Lantas, bagaimana dengan investasinya? Sebab untuk mendirikan sebuah konter servis ponsel menurut instruktur software pelatihan PTC Plus (+) tersebut mencapai angka sekitar Rp 50 juta. Dan itu pun sudah level konter ponsel professional.
Dedy juga menghimbau, bagi yang berkeinginan menerjuni bisnis ini namun belum ada budget investasi sebesar nominal di atas, maka bisa disiasati mengikuti pelatihan teknisi ponsel lalu bergabung dengan servis center atau konter servis center untuk menimba pengalaman maupun menjadi karyawan sementara. Kemudian jika telah memiliki modal, maka bisa pelan-pelan membangun servis ponsel rumahan menyesuaikan budget investasi.
“Alhamdulillah untuk masalah harga atau ongkos service (Jasa) menurut saya tak bisa dinilai berapapun angkanya, untuk itu standarisasi harga service tak bakal ada. Sebab semua tergantung kebijaksanaan setiap konter, harga tak bisa dijadikan ukuran pada usaha bidang jasa atau Service Center. Jadi masalah banting harga sebenarnya tak jadi masalah ketika konter tersebut membangun Profesional sistem kerja. Kualitas dan layanan ditingkatkan serta yang paling penting adalah Kepercayaan dihadirkan untuk pelanggannya”, pungkas Dedy.
PTC Plus (+) Surabaya merupakan lembaga pelatihan teknisi ponsel yang sudah mencetak ratusan teknisi ponsel tersebar di Indonesia. Materi di dalmnya berisi edukasi tentang Teknis Handohone baik itu software dan hardware secara profesional,detail dan lugas untuk pemula (Basic) hingga Expert. @eld

Sumber : www.lensaindonesia.com

Dipandu tim PTC INDONESIA
Mantan pecandu narkoba dilatih jadi teknisi ponsel

Selasa, 13 Oktober 2015 Editor : Andika Eldon

LENSAINDONESIA.COM : PTC Plus (Ponsel Training Center) gandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim gelar training bidang service ponsel kepada mantan pecandu narkoba untuk mengasah keterampilan reparasi ponsel yang diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.

Deddy Suryadi ST, Pimpinan PTC mengatakan, pihaknya sangat senang berbagi ilmu dan keterampilan saat mendampingi pelatihan bagi mantan pecandu Narkoba. Menurut pahamnya, berbagi ilmu merupakan sikap yang tak ada ruginya, apalagi membantu mereka untuk menciptkan lapangan kerja serta mengajarkan hidup mandiri.

“Materi yang disajikan untuk para mantan pecandu narkoba ini akan dijadikan bekal untuk menuju kehidupan normal tanpa pengaruh Narkoba. Saya beharap, panyajian metode ini mampu menggugah mereka agar menjalani hidup ini bisa mandiri tanpa mengandalkan kepada orang lain, terlebih-lebih narkoba,” tandas Deddy saat ditemui Lensaindonesia.com di ruang kerjanya, Senin, (12/10/2015).
Deddy menambahkan, pelatihan ini diperoleh secara gratis tanpa memungut biaya sepeser pun dari para mantan pecandu narkoba tersebut. Dan materi yang disajikan pun secara bertahap menyesuaikan kemampuan intelegensi mereka.

“Kami akan terus memantau mereka sesuai perkembangannya, dan mereka yang telah mengikuti p[elatihan ini, mereka juga bebas berhak berkonsultasi dengan kami secara gratis, kapan dan dimana pun kami siap melayaninya demi berbagi untuk sesama,” pungkas Deddy.
Pelatihan yang dipusatkan di kawasan Kali Rungkut 111 Surabaya ini dibagi dalam beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama masa pelatihan digelar pada 10-22 Agustus 2015 ditambah masa pemagangan pada 24-29 Agustus 2015.@Eld

Sumber : www.lensaindonesia.com

 

BAPAS KELAS 1 SURABAYA SELENGGARAKAN
PELATIHANKEMANDIRIAN SERVICE HANDPHONE

26-07-2017 Editor : Gunari

SURABAYA, PRN.id – Seiring dengan perkembangan dan membentuk kepribadian serta kemandirian klien Bapas Kelas I Surabaya selalu membuat terobosan baru agar nantinya para klien selepas dari kewajiban masa pidana dapat mandiri dan bergabung kembali dengan masyarakat luas dengan membawa ketrampilan yang sesuai dengan perkembangan di masyarakat.

Hari ini (26/07/17) kembali Bapas Klas I Surabaya melalui Hasan selaku Kepala Bapas Kelas I Medaeng Surabaya telah membuka pelatihan Service Handphone yang pesertanya dari klien Bapas Kelas I Surabaya.

Dalam keterangannya Hasan selaku Kepala Bapas Kelas I Surabaya, acara pelatihan ini dilaksanakan selama 10 hari kedepan yang diikuti oleh 10 orang klien Bapas Kelas I Surabaya dimulai dari jam 08.00 sampai jam 14.00 wib, dan semua keperluan untuk pelatihan disiapkan oleh Bapas seperti halnya makan minum, snec dan juga trasport setiap hari selama 10 hari disiapkan oleh pihak Bapas.

Lanjut menurut Junner Kepler Hasudungan selaku pembimbing pemasyarakatan bahwa pada dasarnya para klien adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama di muka hukum dan di masyarakat, hanya saja kurang beruntung karena tersandung urusan pidana, untuk itu dirinya (Junner, red) beserta petugas yang lain tak henti-hentinya membuat terobosan baru demi kemandirian klien selepas dari sebagai warga binaan.

Diakhir wawancaranya dengan Kepala Bapas Kelas I Surabaya sempat Hasan selaku Kepala Bapas Kelas I Surabaya memberi tajuk dalam acara ini “Dengan Pelatihan Kemandirian SERVICE HANDPHONE Kita Ciptakan Klien Yang Mandiri Dan Siap Bersaing Di Pasar Kerja” ungkap Hasan. (Gunari/red)

sumber : www.penarakyatnews.id

BAPAS KELAS 1 SURABAYA MENGGANDENG PTC INDONESIA
PELATIHAN SERVICE HANDPONE UNTUK MANTAN NARAPIDANA

Kamis, 3 Agustus 2017 Editor : Kholik

GEDSC DIGITAL CAMERA

Surabaya (Metro Pembaruan) – Balai Pemasyarakatan (Bapas) kelas 1 Medaeng, Surabaya mengadakan kegiatan Pelatihan service handphone untuk para Mantan Narapidana, Kegiatan yang rencana diselenggarakan selama 10 hari mulai tanggal 26 juli 2017 , ini menggandeng PTC (Ponsel Training Center) Indonesia. Pelatihan ini diadakan di kantor Bapas yang beralamat di Letjen sutoyo no 111,waru surabaya.
Dalam pelatihan ini diharapkan agar para Mantan narapidana mempunyai ketrampilan khusus yang kelak bisa dipergunakan ketika bebas,Direktur PTC Indonesia Deddy Suryadi ketika di hubungi Metro Pembaruan mengatakan sangat mendukung dan menegaskan bahwa dengan pelatihan ini para Mantan Narapidana diharapkan mempunyai ketrampilan khusus dan kelak bisa magang kerja di PTC Indonesia.
“Semoga setelah selesai pelatihan ini,materi yang telah diberikan ke para klien( Mantan Napi) selama di Bapas bisa berlanjut di kegiatan selanjutnya yang rencananya akan dilaksanakan di laboratorium milik PTC Indonesia. Bedah kasus dan bersama sama mencari solusi serta memecahkan masalah kerusakan pada semua merk Handphone ucap Deddy.
“Melihat semangat hijrah para Peserta pelatihan , para mentor yakin dengan pelatihan yang diselenggarakan 10 hari kedepan ini mereka bisa menyerap ilmunya, dan berharap kegiatan pelatihan ini sebagai ajang Silahturahmi mentor dan Peserta. Semoga setelah mereka bebas para klien ( Mantan Narapidana) nantinya tidak dipandang sebelah mata dan mampu berbaur di masyarakat dengan ketrampilan sebagai ahli service handphone, serta membawa manfaat dan kebaikan untuk dirinya sendiri dan sekitar tutup Deddy Suryadi.
Sementara itu Kepala Bapas kelas 1 ,Hasan.S,Sos dalam sambutannya mengatakan akan selalu memberi semangat dan mengajak para mantan Narapidana selalu mempunyai ketrampilan dalam hal apapun,termasuk ahli service handphone ini. Tindak lanjut setelah selesainya kegiatan pelatihan ini kepala Bapas akan memberikan bantuan kepada para Mantan napi berupa alat alat service agar dapat menjadi bekal buat mereka.

STOP NARKOBA BERSAMA PTC INDONESIA

REHABILITASI

Adalah serangkaian upaya pemulihan ketergantungan bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkoba, yang diawali dengan asesmen dan dilanjutkan dengan layanan rehabilitasi medis & sosial serta diakhiri dengan layanan pasca-rehabilitasi, yang dilakukan secara kontinu dalam suatu kesatuan layanan yang berkelanjutan.

Tujuan Program / Kegiatan :

1.Emotional  / Psychological Development

Meningkatkan stabilitas emosi / kejiwaan klien agar mampu melakukan adaptasi dalam masyarakat di lingkungan sosialnya

2.Behavior Shaping / Adjustment

Merubah perilaku klien agar sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat

3.Spiritual and Intellectual Enhancement

Meningkatkan keyakinan spiritual dan kesadaran intelektual klien guna   meningkatkan  ego strength yaitu keyakinan dan kesadaran kuat untuk keluar dari penyalahgunaan dan/ atau penggunaan narkoba

4.Vocational / Survival Skill

Mengenalkan keterampilan dasar untuk menemukan minat dan bakat  klien guna menjalani hidup yang produktif di tengah masyarakat

PELATIHAN KEMANDIRIAN SERVICE HANDPHONE
BAGI KLIEN BAPAS KELAS 1 SURABAYA

17-10-2017 Editor : (Gunari)

Surabaya, penarakyatnews.id – Target atau program kegiatan yang diterapkan oleh Bapas Kelas I Surabaya terutama didalam bimbingan kemandirian terhadap Klien patut diacungi jempol, pasalnya dari angkatan 1 sampai dengan 10 sebagian besar klien yang mengikuti pelatihan telah banyak yang berhasil dan membuka usaha sendiri.

Senin 16/10/17 Bapas Kelas I Surabaya telah membuka kembali pelatihan Service Handphone angkatan ke 11 yang diikuti oleh 24 orang peserta dan yang paling membuat keberhasilan dari angkatan-angkatan sebelumnya adalah pelatihan ini di bina oleh instruktur handal Dedik dari PTC Indonesia, dan pelatihan ini dilaksanakan selama 10 hari.

Dalam pesan singkat yang mendalam dari Hasan selaku Kepala Bapas Kelas I Surabaya, dirinya sangat mengharapkan agar klien yang mengikuti Pelatihan Service handphone menjadi bekal untuk sedapatnya berusaha mandiri dengan menciptakan lapangan pekerjaan khususnya buat dirinya sendiri dan atau buat orang lain dan yang terpenting klien Bapas Kelas I Surabaya dapat berperan aktif ditengah-tengah masyarakat. (Gunari)

sumber : www.penarakyatnews.id

—————————————————————————————-
SURABAYA SUPER WORKSHOP 2018
Minggu, 4 Maret 2018
UIN Universitas Sunan Ampel – Surabaya
—————————————————————————————-

Surabaya, UINSA – Kami Semua Pengusaha dan Teknisi dibidang perbaikan PONSEL dan LAPTOP hadir dalam acara ini ber SEHATI memberikan kontribusi Positif guna kemajuan Profesi, kami terus belajar keahlian ini tanpa henti sekaligus mengajak dan mengenalkan kepada pelajar & Mahasiswa sebagai wujud peran serta kami pada perkembangan SDM indonesia atas keahlian khusus berbasis kompetensi.

Kalo bukan kita siapa lagi ? Kita INDONESIA bersama sama mari kita bekerja & membangun negara ini. mari kita bersatu dan berbagi karena kita semua sama dan indahnya berbagi antar sesama mahlukNYA #dariteknisiuntukteknisikembaliketeknisi

Semoga keberkahan dan damai sejahtera selalu bersama kita semua ya, Aamiin 3x ya rabb, Barakallah…
@warungkopikapalapi – Ngupi2 bareng Pak Y (Yongky Felaz) + MR.BAMBANG
Alhamdulillah juga kedatangan teman2 Media (Lensa Indonesia, TVRI, JTV)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahagia melihat teman2 bisa pada kumpul, guyup, rukun dan tentram antar sesama mahlukNYA,  #duluransaklawase

SURABAYA SUPER WORKSHOP tahun 2018 kemarin tepatnya pada tanggal 4 – Maret – 2018 sangat menambah dan membuka wawasan tentang tujuan sertifikasi Profesi (BNSP) kepada teman2 seprofesi.

Alhamdulillah mereka juga bisa saling menambah wawasan sesama Profesi dan tentunya menambah saudara #duluransaklawase

 

Dokumentasi SURABAYA SUPER WORKSHOP 2018
@Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Dukungan para sponsor meriahkan dan mensukseskan acara surabaya super workshop 2018

STTSI, Bentuk Mantan Narapidana Hingga Pecandu Narkoba Jadi Mandiri
15/08/2018, 02:20 WIB | Editor: Budi Warsito

JawaPos.com – Sekolah Teknisi Telepon Seluler Indonesia (STTSI) sudah dibuka di Surabaya. Sekolah yang berada di Jalan Manyar Kertoarjo v nomer 2, Surabaya itu kini tengah bersiap untuk menerima calon siswa baru.

Direktur PT GSM Netindo Deddy Suryadi mengatakan, kelas belajar di STTI memang baru dibuka awal Agustus. Tapi, sekolah tersebut telah digagas sejak Juni lalu.

Sejak itu, sudah banyak orang yang belajar padanya. Tak hanya siswa reguler. Ada juga mantan narapidana balai pemasyarakatan (Bapas) Medaeng, pecandu narkoba, hingga anak jalanan.

“Jadi, kami membantu mereka agar dapat mandiri. Rata-rata, mereka sudah bisa buka konter sendiri,” kata Deddy ditemui JawaPos.com, Selasa (14/8).

Deddy menjelaskan, siswa itu merupakan hasil kerjasama dengan sejumlah instansi. Antara lain, Dinas Sosial Surabaya, Badan Narkotika Nasional Surabaya dan Bapas Medaeng.

Namun, berbeda dengan siswa reguler yang harus merogoh kocek Rp 3,5 juta. Selama belajar di STTSI, mereka tidak dipungut biaya. Lama pendidikannya pun bervariasi.

Mulai dari sebulan, hingga ada yang 3 kali setahun. Tempat belajarnya, bukan di gedung kelas tersebut. Melainkan, di kantor institusi yang mensponsori mereka.

Hanya saja, setelah lulus, mereka hanya akan mengantongi skill. Para mantan narapidana dan pencandu narkoba tidak mendapat sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Jadi supaya pihak sponsor juga dapat mengawasi proses pembelajarannya. Jadi, kami yang datang ke BNNK Surabaya atau ke Medaeng,” kata Deddy.

Menurutnya, skill mengoprek ponsel pelbagai merk dan teknologi sudah membuat mereka senang. Apalagi jika bicara soal omzetnya. Mayoritas, setelah lulus, langsung membuka konter sendiri.

Deddy menuturkan, lulusan STTSI yang membuka usaha sendiri, mampu meraup omzet sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Itu angka yang dibayar pelanggan saat ada kerusakan secara fisik pada ponselnya.

“Itu sudah termasuk ongkos jasa servis dan penggantian sparepart. Kecuali, jika konsumen membawa sparepart sendiri,” tutur Deddy

Sementara, jika kasusnya adalah kerusakan pada software, maka si teknisi dapat meraup omzet hingga Rp 200 ribu. Memang lebih kecil. Tapi, proses pengerjaannya lebih mudah.

“Kalau software, ponsel andriod biasanya bermasalah pada saat dinyalakan. Istilahnya nge-hang logo

atau boot loop. Solusinya, ya tinggal nge-flash atau seperti instal ulang pada komputer,” jelasnya.

Atas upaya membantu para anak jalanan, mantan narapidana dan pencandu narkoba itu, Deddy punya mimpi lain. Katanya, dirinya ingin membantu memberikan pendidikan dan skill yang sama kepada penyandang disabilitas.

“Nanti kami kemaskan kurikulum untuk SMK se-jatim. Mungkin, bulan Oktober besok. Selain itu, saya juga ingin ajak anak-anak disabilitas,” katanya. (Aryo Mahendro)

(HDR/JPC)

Sumber : jawapos.com

 


Sekolah di STTSI, Belajar Sebulan Bisa Langsung Kerja
15/08/2018, 01:00 WIB | Editor: Budi Warsito

JawaPos.com – Sejak awal Agustus 2018, di Surabaya berdiri Sekolah Teknisi Telepon Seluler Indonesia (STTSI). Sekolah yang digagas oleh lembaga pelatihan kerja ini, berada di Jalan Manyar Kertoarjo V nomer 2, Gubeng, Surabaya.

Sekolah di bawah naungan PT GSM Netindo ini, diklaim sebagai sekolah teknisi telepon seluler pertama di tanah air. Hal itu diungkapkan oleh
Direktur PT GSM Netindo, Deddy Suryadi.

“Secara kelembagaan, STTSI ini dibawah naungan PT GSM Netindo. Terbentuk atas kerjasama dua lembaga pelatihan kerja lainnya. Yakni, Micromedia dan PTC Indonesia,” kata Deddy ditemui JawaPos.com, Selasa (14/8).

Deddy menjelaskan, tidak ada persyaratan khusus bagi calon siswa jika ingin belajar di sekolah ini. Calon siswa hanya perlu memastikan usianya antara 14 hingga 65 tahun.

Selain usia, calon siswa juga wajib merogoh kocek sebesar Rp 3,5 juta sebagai biaya sekolah. Biaya itu, sudah termasuk modul (buku pelajaran teknisi ponsel) dan mess atau tempat tinggal sementara bagi siswa luar kota.

Selain itu, ada juga sertifikat keprofesian yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan free data service sebesar 7,2 TB.
“Saat ini, baru ada 12 orang siswa yang belajar. Mereka dari berbagai kalangan. Siswa SMK, pekerja swasta, hingga orang tua,” jelas Deddy.

Mereka adalah siswa pertama di STTSI. Selanjutnya kata Deddy, pihaknya akan membuka kelas baru untuk para calon siswa yang baru. “Bulan depan kami buka kelas untuk maksimal 20 siswa,” kata Deddy.

Terkait proses belajarnya, Deddy mengatakan, masa pendidikannya hanya berlangsung selama sebulan saja. Konsep pembelajaran yang dilakukan yakni, 70 persen praktek dan sisanya berupa materi.

Di sekolah tersebut, para siswa akan diajari oleh empat instruktur profesional. Para instruktur akan membimbing para siswa dari awal hingga akhir masa belajar.

Selama itu, siswa STTSI akan mendapat semua ilmu dasar dan ketrampilan memperbaiki ponsel. Antara lain, ilmu dasar komputer, elektronika dan pelbagai skill mengoprek jeroan ponsel.

Ada juga tambahan pengetahuan dan pembelajaran terkait teknologi ponsel dari pelbagai merk. Hanya saja, semua bahan praktek dan peralatan hanya digunakan sebagai alat belajar.

“Jelas enggak mungkin kami pakai ponselnya konsumen buat belajar. Bisa marah nanti konsumennya,” kata Deddy lalu tertawa.

Setelah lulus lanjut Deddy, para siswa dapat memilih untuk langsung kerja, magang, atau bahkan membuka usaha sendiri. Namun, lulusan STTSI juga dapat memperdalam ilmu selama maksimal 2 bulan tanpa dipungut biaya.

“Biasanya langsung buka usaha sendiri. Tapi ada juga yang kerja ikut orang dahulu karena butuh modal usaha,” katanya.

(HDR/JPC)

Sumber : jawapos.com

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.